Ini kisah entah bermuasal dari mana. Saya mendengar dari mudzakaroh ketika saya sedang belajar menghidupkan salah satu amal masjid di kampung saya. Hikmah dari cerita ini menggambarkan bahwa hidup kita ini memang benar-benar dalam kendali dan genggaman Allah Swt. Kita tak mampu mengelak dan menolak jika suatu saat ujian datang kepada kita. Susah senang ada dalam genggaman Allah Swt.. Allah Swt. mampu merubah keadaan susah menjadi senang atau senang menjadi susah dalam sekejap melalui lantaran peristiwa yang ada dalam kehidupan kita. Begini ceritanya :
Ada sepasang suami isteri yang baru saja menikah. Sang suami seorang executiv dalam sebuah perusahaan. Sedangkan si isteri seorang wanita biasa. Setelah menikah mereka tinggal di sebuah rumah yang mewah. Hari yang amat membahagiakan ketika di awal pernikahan, mereka tinggal bersama. Beberapa hari saat mereka tinggal, si suami harus pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan, dan tiket pesawatpun telah dipesan. Menjelang keberangkatannya pada malam menjelang tidur, si suami berpesan kepada isteri tercintanya untuk membangunkan dia pada pagi hari pukul 05:00, Karena pesawat take off pada pukul 08:00. Si isteri dengan senang hati menerima amanah dari suaminya dan berjanji akan membangunkannya pada pagi harinya. Keesokan harinya ternyata si isteri bangun kesiangan. Dia panik dan cemas sekali karena khawatir dimarahi oleh suaminya karena tidak menunaikan amanah untuk membangunkannya sesuai pesan suaminya. Dia kalut dan berusaha keras memikirkan bagaimana cara membangunkan suaminya agar suaminya tidak marah. Dalam kekalutannya dia mendengar berita melalui radio bahwa pesawat yang hendak ditumpangi suaminya mengalami kecelakaan udara. Semua penumpang pesawat tersebut tewas tanpa tersisa. Mendengar berita tersebut si isteri girang bukan kepalang dan hampir melompat karena sadar bahwa suaminya selamat dari kecelakaan dikarenakan dia tidak membangunkannya pada pagi harinya. Terbayang dalam pikirannya jika dia membangunkan suaminya dan suaminya ikut dalam penerbangan tersebut maka suaminya akan menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat tersebut. Dengan hati gembira dia bermaksud mengabarkan berita gembira ini kepada suaminya. Segera dia bergegas menuju kamar tidur dan menjumpai suaminya masih terlelap. Dia goncang-goncangkan badan suaminya untuk membangunkannya. Beberapa kali dia bangunkan suaminya ternyata suaminya tidak juga segera bangun. Setelah diperhatikan beberapa saat dan dia pegang tubuh suaminya ternyata suaminya sudah tidak bernyawa. Suaminya meninggal dalam keadaan tertidur. Dalam sekejap hatinya yang senang berubah menjadi sedih bukan kepalang. Dia menangis sejadi-jadinya. Suaminya selamat dari kecelakaan pesawat tapi tidak selamat dari ancaman maut ketika tidur.
Yah… begitulah Allah Swt. merubah keadaan hati hambanya. Pernikahan yang membahagiakan dan tinggal bersama dalam sekejap menjadi kesedihan yang luar biasa, melalui proses perubahan dari susah dan cemas ketika kesiangan bangun, kemudian senang mendengar berita di radio lalu susah dan sedih lagi ketika melihat kematian suaminya. Masya Allah.. Siapkah kita ??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar